Kejadian itu menciptakan rasa kekecewaan pada masyarakat. Bahkan Presiden RI yang akan dilantik lagi, pada Oktober nanti, menegur PT. PLN tadi pagi. Beragam cuitan di Twitter pun bermunculan, menggambarkan betapa besar kekecewaan publik terhadap tragedi Black Out kemarin.
Bagaimana tidak? Jaman telah mengawinkan manusia dengan listrik. Alangkah sengasaranya masyarakat tanpa aliran listrik. Berbagai macam aktifitas terganggu. Teman saya pun sempat bergumam "Tidak ada kehidupan!" Bagi saya itu merupakan sebuah sajak.
Manusia-manusia yang hidup pada jaman batu dahulu membuktikan bahwa manusia mampu untuk bertahan hidup walaupun tidak ada listrik yang mengalir. Buku berjudul Homo Sapiens yang ditulis oleh Yuval Noah Harari telah menggambarkan manusia-manusia pra sejarah itu bertahan hidup melalui berburu. Mereka berburu tidak lain untuk mengisi perut mereka. Intisarinya ialah bahwa manusia hanya butuh makan untuk bertahan hidup.
Hingga kini mungkin perburuan masih berlanjut, hanya saja dengan alat yang berbeda. Batu bukan lagi alat untuk berburu. Kini tersedia alat yang lebih manusiawi untuk berburu. Listrik adalah salah satunya.
Michael Faraday, sang penemu listrik, bukan hanya menemukan listrik, melainkan juga telah menciptakan keadaan serba ketergantungan akan listrik seperti saat ini. Tetapi beliau tidak mungkin dituntut. Alasannya pertama, beliau sudah wafat. Kedua, walau bagaimanapun listrik mempunyai sisi positif.
Dengan begitu, wajar bila masyarakat kecewa akan Black Out kemarin. Manusia terganggu 'perburuan' nya. Di sisi lain, manusia pun terganggu untuk melalukan hal-hal baik yang menggunakan listrik. Banyak masyarakat yang menggunakan listrik untuk mengalirkan air di rumahnya. Jika aliran air sudah terganggu, maka benar kata gumaman teman saya tadi, "Tidak ada kehidupan!"
Dengan tragedi Black Out juga, beberapa masyarakat yang beragama Islam kesulitan untuk berwudhu, karena air tidak mengalir di rumah maupun di mesjid. Kesulitan pun bertambah ketika Black Out "memadamkan adzan". Adzan adalah tanda tiba waktu sembahyang. Ketika listrik mati, pengeras suara pun tidak akan berfungsi. Keadaan tersebut membuat masyarakat Muslim kesulitan mengetahui kapan tanda tiba waktu sembahyangnya itu dikumandangkan. Sepenggal guyon pun terucap seperti "Benar kata isu. Jika Jokowi terpilih maka tidak akan ada yang adzan lagi." Saya cengengesan. Ternyata sisa-sisa politik kemarin masih berbekas.
Banyak dan masih banyak sekumpulan tentang cerita derita yang diakibatkan oleh Black Out kemarin. Sekali lagi, jaman telah mengawinkan masyarakat dengan listrik. Ketika listrik mati, maka masyarakat akan sakit hati. Tadi pagi saya buka Twitter dan mendapati hastag "mati lampu lagi" menjadi trending topik.
*
Purwakarta




Post a Comment