Suara-suara geram.
Kian mengudara.
Mengitari nadi dan hati.
Menusuk-nusuk otak yang lembek.
Kian mengudara.
Mengitari nadi dan hati.
Menusuk-nusuk otak yang lembek.
Dapatkah dirasakan?
Kengerian demi kengerian.
Catatan-catatan ternyata cacat.
Jari-jemari yang entah kemana kian berlari.
Pena yang sudah tak bertinta, tak bisa menggoreskan cinta.
Kengerian demi kengerian.
Catatan-catatan ternyata cacat.
Jari-jemari yang entah kemana kian berlari.
Pena yang sudah tak bertinta, tak bisa menggoreskan cinta.
Kata-kata yang katanya kuat, gagah, dan juga berani melawan kesengsaraan, kini malah terkatah-katah.
Dapatkah dirasakan?
Keguguran demi keguguran.
Gagah sekali sang mentari.
Keringat kulit kepala dibuatnya kering.
Sumber kehidupan dikorupsi.
Keguguran demi keguguran.
Gagah sekali sang mentari.
Keringat kulit kepala dibuatnya kering.
Sumber kehidupan dikorupsi.
Akankah mata hanya melihat.
Kegeraman kengerian keguguran?
Walau rentan terkena penyakit.
Dengan penuh kesabaran,
mata dan airnya akan menyiratkan.
Kegeraman kengerian keguguran?
Walau rentan terkena penyakit.
Dengan penuh kesabaran,
mata dan airnya akan menyiratkan.
*
Purwakarta




Post a Comment