Tak lama kemudian mata mengalah hingga sang mentari berada tepat di atas kulit kepala.
Ada yang terlewat pada hari yang suci ini.
Semuanya akibat keegoisan mata.
Hingga muncul perkataan "Manusia tak pernah lepas dari kesalahan."
Ada yang terlewat pada hari yang suci ini.
Semuanya akibat keegoisan mata.
Hingga muncul perkataan "Manusia tak pernah lepas dari kesalahan."
Waktu demi waktu bergulir tak terasa.
Mata kembali menjumpai malam.
Jika malam kembali datang, mencicipi secangkir kopi adalah kewajiban.
Untung saja mata bertemu dengan mata yang lain.
Pada malam yang menyisakan genangan hujan, beberapa mata sama-sama menikmati rezeki dari Sang Pemberi Rezeki, sekaligus melihat jalannya dua buah alur cerita.
Mata kembali menjumpai malam.
Jika malam kembali datang, mencicipi secangkir kopi adalah kewajiban.
Untung saja mata bertemu dengan mata yang lain.
Pada malam yang menyisakan genangan hujan, beberapa mata sama-sama menikmati rezeki dari Sang Pemberi Rezeki, sekaligus melihat jalannya dua buah alur cerita.
*
Purwakarta




Post a Comment