Written by Len
Written by Len

Reservoir Dogs (1992): Karakter yang Berbeda-Beda Namun Satu Jua


 "Come on guys! Nobody wants this! We supposed to be fucking professionals!"


-Mr. Pink


Imdb telah mencatat, film Reservoir Dogs ini meraih rating 8,3/10. Dalam catatan tersebut, film ini juga meraih 12 kali penghargaan dan 22 kali masuk nominasi. Hal tersebut membuktikan bahwa film yang diliris pada tahun 1992 ini memiliki nilai yang tinggi dalam dunia perfilman.

Reservoir Dogs menceritakan tentang 8 orang yang berusaha merampok berlian dari Israel di sebuah bank. Dua di antaranya adalah Joe Cabot dan Nice Guy Eddy, yang berperan sebagai bos. Sedangkan enam orang lainnya adalah anggota eksekutif.


Reservoir dogs- mlendrijulian - writtenbylen



Karakter Joe Cabot diperankan oleh Almarhum Lawrence Tierney, seorang pria tua, gemuk, dan juga botak. Sedangkan karakter Nice Guy Eddy, merupakan anak dari Joe Cabot. Nice Guy Eddy diperankan oleh aktor bernama Chris Penn. Selain menjadi anak dari Joe Cabot, Nice Guy Eddy juga menjadi tangan kanan ayahnya itu, sekaligus bertugas mengatur ke-enam anggota eksekutifnya.

Sedangkan untuk ke-enam anggota eksekutif, Tarantino menyamarkan nama-namanya dalam cerita tersebut. Mereka adalah Mr. White (Harvey Keitel), Mr. Orange (Tim Roth), Mr. Blonde (Michael Madsen), Mr. Pink (Steve Buscemi), Mr. Blue (Edward Bunker), dan Mr. Brown (Quentin Tarantino). Dari sini, terlihat Quentin Tarantino berperan sebagai Mr. Brown dalam filmnya sendiri. Dengan namanya yang disamarkan, ke-enam karakter tersebut, tidak mengetahui nama asli satu sama lain.

Namun, seiring berjalannya cerita, Tarantino membeberkan tiga nama dari ke-enam anggota eksekutif perampokan tersebut kepada penonton. Pertama, Mr. White, mempunyai nama asli Larry. Kedua, Mr Blonde, bernama Vic Vega. Dan terakhir, Mr Orange, bernama Freddy. Nama-nama tersebut hanya diketahui oleh penonton. Joe Cabot dan Nice Guy Eddy, selaku bos mereka, hanya mengetahui dua nama diantara ketiganya. Selain dibeberkan nama aslinya, ketiga karakter tersebut juga mempunyai chapter tersendiri dalam alur cerita.

Chapter pertama adalah chapter milik Mr. White. Dalam chapter ini, Tarantino menyuguhkan asal muasal Mr. White bergabung dalam misi perampokan. Dalam chapter ini, hanya dua karakter yang bermain: Mr. White dan Joe Cabot. Kedua karakter tersebut berbincang-bincang layaknya teman yang sudah lama tidak jumpa.

Chapter kedua adalah chapter milik Mr. Blonde. Yang bermain dalam chapter ini hanya: Mr. Blonde, Joe Cabot, dan Nice Guy Eddy. Chapter ini menceritakan asal muasal Mr. Blonde masuk dalam misi perampokan. Terlebih lagi, terlihat Mr. Blonde dan Nice Guy Eddy yang bercanda layaknya anak kecil, dan Joe Cabot sebagai penengahnya, layaknya orang tua.

Dari kedua chapter tersebut, dapat disimpulkan bahwa Joe Cabot dan Nice Guy Eddy mengetahui kedua nama asli dari kedua anggota eksekutifnya itu. Walaupun si bos terlihat akrab dengan kedua anggota eksekutifnya itu, lain hal-nya antara Mr. White dan Mr. Blonde. Di dalam cerita, kedua anggota eksekutif perampokan itu tidak memperlihatkan sebuah pertemanan.

Sedangkan chapter terakhir adalah chapter milik Mr. Orange. Dalam chapter ini, penonton akan disuguhkan selak beluk kehidupan Mr. Orange yang ternyata adalah seorang polisi. Mulanya, Mr. Orange sedang menjalankan misi dengan rekannya, Holdaway (Randy Brooks). Misi tersebut tak lain adalah menyamar sebagai salah satu anggota eksekutif perampokannya Joe Cabot dan kawan-kawan. Mr. Orange pun menjadi mata-mata dalam misi (polisi) tersebut. Alhasil, Mr. Orange mendatangi Joe Cabot, Nice Guy Eddy, dan juga Mr. White yang hadir ketika Mr. Orange meyakinkan mereka akan dirinya, untuk masuk dalam misi perampokan. Namun demikian, Mr. Orange tidak memberitahukan nama aslinya pada mereka.

Lain halnya dengan ketiga anggota lainnya: Mr. Blue, Mr. Brown, dan Mr. Pink. Ketiga karakter tersebut tidak diceritakan lebih rinci selak beluk kehidupannya. Nama asli mereka, asal muasal mereka bergabung dalam perampokan, dan sebagainya tidak dibeberkan kepada penonton. Yang penonton tahu, mereka itu ada.

Seperti halnya dengan Mr. Blue. Karakter yang satu ini paling sedikit bermain dalam cerita. Karakter dengan sosok orang tua dan berambut panjang ini hanya ada dalam beberapa adegan, bahkan tidak ada ketika cerita berakhir. Setelah Joe Cabot menjelaskan rencana proses jalannya perampokan, Mr. Blue menghilang begitu saja. Di akhir cerita, Mr. Blue dikabarkan tewas, itupun atas pemberitahuan dari Joe Cabot. Tidak ada adegan yang menunjukkan Mr. Blue tewas.

Selain Mr. Blue, Mr. Brown pun adalah salah satu karakter yang paling sedikit bermain dalam cerita. Mr. Brown yang diperankan oleh si sutradara, juga tidak ada dalam akhir cerita. Namun, terdapat adegan yang mempertunjukkan bahwa Mr. Brown tewas. Mr. Brown adalah karakter yang menggiring cerita kepada akhirnya. Jika Mr. Brown tidak tewas, mungkin akhir ceritanya akan berbeda.

Seperti itulah seharusnya sebuah cerita bekerja. Cerita yang dibuat harus dapat dipertanggungjawabkan secara nalar. Narasi yang diberikan kepada penonton/pembaca harus runtut secara logika. Jika satu adegan dalam cerita dirubah oleh logika penonton/pembaca, maka akhir dari ceritanya pun harus berbeda.

Ida Rochani Adi, dalam Fiksi Populer Teori dan Metode Kajian-nya, menjelaskan bahwa narasi adalah sebuah elemen yang penting. Narasi yang dibuat harus sesuai dengan nalar penonton/pembaca. Cerita yang mempertunjukkan seorang laki-laki mengalahkan seribu musuh tetapi tidak terluka, tidak akan diterima begitu saja oleh nalar, dibanding dengan seorang pahlawan yang bisa terbang mengudara.

Yang terakhir, Mr. Pink. Mungkin karakter yang satu ini paling menggemaskan bagi penonton. Hanya Mr. Pink yang memprotes akan nama samarannya kepada Joe Cabot. Mr. Brown pun memprotes akan nama samarannya, tetapi tidak secerewet Mr. Pink. Atas protes Mr. Pink itu, Joe Cabot merasa marah dan jengkel. Hingga akhirnya, Mr. Pink pun menerima bahwa nama samarannya adalah Mr. Pink.

Mr. Pink adalah karakter yang paling eksis di dalam cerita. Tarantino seakan-akan membuat karakter Mr. Pink menjadi karakter yang menghidupkan filmnya. Tip untuk pelayan pun, dikritisi oleh Mr. Pink. Karakteristiknya sangat netral. Tidak seperti Mr. White dan Mr. Blonde yang selalu memperlihatkan permusuhan.

Mr. Pink adalah anggota pertama yang mencurigai adanya pengkhianat dalam misi perampokan. Kemudian dia ceritakan kecurigaannya itu kepada Mr. White, dan Mr. White pun menjadi yakin akan adanya pengkhianatan. Bahkan, Mr. Pink sempat mencurigai bosnya sendiri, Joe Cabot, sebagai pengkhianat. Dari kecurigaan Mr. Pink tersebut, konflik cerita semakin memuncak.

Hingga pada akhir cerita, hanya tersisa beberapa karakter. Di antaranya: Mr. White, Mr. Orange (sekarat), Mr. Pink, Joe Cabot, dan Nice Guy Eddy. Di akhir cerita tersebut, Mr. White, Joe Cabot, dan Nice Guy Eddy saling menodong pistol. Mr. White menodong Joe Cabot yang sedang menodong kepada Mr. Orange. Nice Guy Eddy menodong Mr. White yang sedang menodong ayahnya, Joe Cabot. Adegan suspense seperti inilah yang menjadi ciri khas dari Tarantino.

Ketika adegan suspense itu sedang berlangsung, Mr. Orange sedang sekarat. Mr. Pink berusaha untuk menghentikan aksi saling todong tersebut. Mr. Pink pun berkata "Come on guys! Nobody wants this! We supposed to be fucking professionals!" Namun, karena takut tertembak, Mr. Pink pun menyembunyikan dirinya.

Dari cerita ini, dapat diketahui bahwa karakter adalah salah satu elemen yang penting dalam sebuah cerita. Karakter, sebagai unsur intrinsik dalam sebuah karya, mampu menggerakkan arah perjalanan cerita. Tarantino telah berhasil menciptakan karakter-karakter yang mampu menghidupkan filmnya. Dengan gaya Tarantino yang khas, karakter-karakter tersebut hidup dan mati dengan narasi yang sesuai dengan penalaran.

Seperti yang sedari awal sudah dijelaskan, Tarantino berusaha menciptakan tokoh yang berbeda dari struktur penokohan pada umumnya. Melalui karakter-karakter dalam filmnya ini, penonton akan dibuat kebingungan memutuskan mana karakter protagonis, karakter antagonis, dan karakter-karakter pendukung lainnya.

Seorang mata-mata yang sedang berusaha menggagalkan aksi kejahatan selalu menjadi karakter protagonis dalam cerita pada umumnya. Namun berbeda dengan film Reservoir Dogs ini. Mr. Orange adalah mata-mata yang berusaha menggagalkan misi perampokan. Namun, seperti kata sebuah artikel dari study.com, bahwa "If there is conflict in a story or movie, it's because there is some sort of antagonist."

Seperti yang terjadi dalam film Reservoir Dogs ini, Mr. Orange bisa menjadi si pembuat konflik. Sedari Mr. Orange sekarat, konflik sudah muncul dalam cerita. Dengan begitu, Mr. Orange sudah membawakan konflik dalam cerita. Hal tersebut menjelaskan bahwa seorang mata-mata yang berusaha menggagalkan aksi kejahatan, bisa menjadi karakter antagonis dalam sebuah cerita. Perampokan, dalam dunia nyata, adalah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh karakter antagonis, karena menciptakan konflik terhadap masyarakat. Namun, lain halnya jika berada dalam dunia cerita.

Film Reservoir Dogs telah menceritakan tentang delapan karakter yang berbeda-beda. Setiap karakter memiliki keunikannya tersendiri. Walaupun berbeda-beda, karakter-karakter tersebut, pada dasarnya, memiliki satu kesamaan: diciptakan oleh Quentin Tarantino.


Purwakarta



Post a Comment