Dear our beloved father/grandfather:
Etje Ependi bin Sanuki
(8 Juli 1947 - 7 November 2021)
Rest in peace.
Entah apa yang kautunggu di depan rumah.
Anak-anakmu? Cucu-cucumu? Atau malaikat-malaikat yang bersedia menemanimu?
Entah apa yang kaupikirkan di depan rumah.
Masa lalumu? Masa kini yang penuh dengan hiruk pikuk? Atau masa depan yang tidak engkau ketahui?
Anak-anakmu? Cucu-cucumu? Atau malaikat-malaikat yang bersedia menemanimu?
Entah apa yang kaupikirkan di depan rumah.
Masa lalumu? Masa kini yang penuh dengan hiruk pikuk? Atau masa depan yang tidak engkau ketahui?
Keringatmu menopang kami dalam menjalani kehidupan.
Lelahmu menumpu kami untuk melangkahkan kaki.
Cintamu menghangatkan kami di tengah dinginnya bumi.
Engkau selalu ada di depan rumah.
Kau sering berkata-kata, tanpa kami mendengarkan.
Kau sering melangkahkan kaki, tanpa kami menghiraukan.
Mungkin di tengah malam engkau menangis mendoakan kami.
Mungkin di depan rumah yang penuh dengan kesendirian, engkau menangis memikirkan kami.
Engkau lelaki di depan rumah.
Meninggalkan kami tanpa sempat berkata-kata.
Kini engkau telah memasuki rumah.
Cahaya kami pinta kepada Yang Kuasa, agar menerangimu di alam sana.
-
Purwakarta, 30 November 2020
Purwakarta, 30 November 2020



Post a Comment