Series yang berasal dari sebuah novel yang ditulis oleh Cecily Brooke von Ziegesar itu diserieskan menjadi 6 season. Dimulai dari tahun 2007 hingga 2012, Warner Bros memproduksinya. Series ini dipenuhi oleh nuansa romance hingga comedy. Selain kisah-kisah percintaan, series ini pun dihiasi dengan kisah-kisah pertemanan, kekeluargaan, dan juga permasalahannya. Yang lebih menariknya lagi, series ini menghadirkan permasalahan sosial, yang dimana menggambarkan masyarakat ke dalam dua kelas: kelas atas dan kelas bawah. Dengan tokoh-tokoh yang pengkarakterannya unik, series ini akan menjadi sebuah tontonan yang disarankan.
Para tokoh yang bermain dalam series ini terbilang banyak, dengan tokoh bernama Serena van der Woodsen, yang diperani oleh Blake Lively, menjadi benang merahnya. Serena menjadi tokoh yang menghubungkan tokoh satu ke tokoh lainnya. Bahkan, di awal series ini dimulai, Serena-lah yang menjadi “sorotan”-nya. Kata “sorotan” pada tulisan ini sengaja dikutipkan, karena kata ini bisa dimaknai ke dalam dua hal: di dalam cerita dan di luar cerita. Dalam kasus di serial ini, Serena menjadi “sorotan” awal, baik di dalam cerita ataupun di luar cerita. Di luar cerita, penonton serial Gossip Girl ini akan difokuskan kepada Serena. Sedangkan di dalam cerita, Serena pun menjadi pusat perhatian bagi tokoh-tokoh yang bermain di dalam serial ini. Dengan begitu, tokoh Serena ini menjadi penting dalam serial ini. Namun, dalam tulisan ini, tidak ada niat untuk membahas tokoh “sorotan” tersebut, melainkan dua tokoh unik lainnya: Chuck Bass dan Dan Humphrey.
The Lonely Boy
Pada dasarnya, series ini menceritakan tentang sebuah blog misterius, yang bernama "Gossip Girl", yang setiap saat memantau para tokoh. Segala permasalahan para tokoh: percintaan, kekeluargaan, pertemanan, diketahui dan diunggah oleh blog misterius tersebut. Para tokoh pun resah, tapi di sisi lain, para tokoh pun mempekerjakan blog misterius ini untuk menyebarluaskan sebuah skandal. Berbagai motif pun dimiliki oleh para tokoh tersebut. Blog misterius ini pun menama-samarkan para tokoh sasarannya. Salah satunya dengan nama The Lonely Boy, yang ditujukan kepada Dan Humphrey. Tokoh ini diperankan oleh Penn Badgley.
Dan Humphrey adalah seorang pemuda yang berasal dari Brooklyn. Di series ini, seseorang yang tinggal Brooklyn akan dicap bahwa ia tidak kaya. Dengan begitu, dapat dicap bahwa Dan Humphrey adalah seseorang yang tidak kaya. Dan benar, dalam cerita tersebut keluarga Humphrey adalah keluarga yang serba pas-pasan. Maka, dari segi sosial, Dan Humphrey adalah tokoh yang datang dari masyarakat kelas bawah.
Walaupun begitu, Dan Humphrey merupakan seorang kutu buku. Pengetahuannya dapat dibilang luas. Kesusasteraan adalah dunia kesukaannya. Membaca dan menulis adalah hobinya. Namun, secara sosial, Dan Humphrey mempunyai sikap yang tertutup, penyendiri, kurang pergaulan. Baginya buku-buku adalah teman dan dunianya. Di sisi lain, Dan Humphrey mencintai keluarganya, terutama terhadap ayah dan adik perempuannya. Jadi baginya keluarganya pun adalah dunianya.
Mungkin itu adalah alasan kenapa Gossip Girl menyebutnya The Lonely Boy. Tapi si The Lonely Boy tidaklah seperti The Lonely Boy yang benar-benar lonely. Si The Lonely Boy Dan Humphrey tidak se-lonely dalam kisah asmaranya. Dalam hal asmara, keberuntungan menyertai si The Lonely Boy. Dia selalu mendapati cinta dari perempuan-perempuan yang ia cintai. Salah satunya si tokoh “sorotan”, Serena van der Woodsen. Serena menjadi kekasih pertamanya dalam serial ini. Adapun beberapa tokoh perempuan yang tak kalah cantiknya dengan Serena, yang alangkah baiknya tidak disebutkan.
Di dalam serial Gossip Girl, Serena memanglah seorang anak dari orang tua yang berasal dari kelas atas. Seperti yang telah disebutkan, Serena adalah tokoh benang merah yang menghubungkan antar tokoh. The Lonely Boy yang datang dari masyarakat kelas bawah mendapati kekasih yang berasal dari masyarakat kelas atas. Hal tersebut adalah poin penting, di mana ketika masyarakat dari kelas bawah memasuki dunia masyarakat kelas atas. Dengan dihubungkannya mereka, Serena dan The Lonely Boy, tentu adalah hal yang indah. Namun, dalam serial ini, atau mungkin jika ada dalam dunia nyata, berbagai konflik pun datang silih berganti.
Berbagai tokoh lain yang juga berasal dari masyarakat kelas atas pun dipertemukan dengan Dan Humphrey. Sebagian dari mereka ada yang bersabahat dengannya, sebagaiannya lagi tentu saja enggan berteman dengan seseorang yang berbeda kelas. Namun si The Lonely Boy tidak terlalu dramatis akan hal itu. Yang dia lakukan adalah melakukan hobinya: membaca dan menulis. Dia membaca fenomena dunia masyarakat kelas atas yang di mana dia sedang berada di dalamnya. Setelah itu, dia tuliskan apa yang ia baca, dan terkadang ia publikasikan. Karena tulisannya, Dan Humphrey dijauhi teman-teman bahkan keluarganya, hingga akhirnya dia pantas mendapati julukan "The Lonely Boy". Salah satu tokoh yang ia baca dan tulis adalah seorang tokoh yang bernama Chuck Bass, yang diperankan oleh Ed Westwick.
The Baby Bass
Alasan kenapa The Baby Bass menjadi julukan bagi Chuck Bass adalah karena ia selalu dianggap boy, bukan man oleh ayahnya. Hubungan antar ayah dan anak itu terbilang tidak lekat. Walau demikian Chuck Bass dan ayahnya itu datang dari masyarakat kelas atas. Chuck Bass tidak perlu sulit jika dia ingin masuk ke sebuah universitas. Dia cukup mengatakan “I’m Chuck Bass”.
Status sosial yang ia miliki semenjak lahir membuatnya mampu berbuat apapun. Kekuatan pun ia miliki. Dunia seakan-akan berada di tangannya. Hal tersebut menjadikan tokoh Chuck Bass memiliki bad character. Dia seringkali menggunakan Gossip Girl untuk menjatuhkan seseorang. Dengan begitu motto hidupnya berbeda dengan lirik yang dilantunkan oleh grup band Wali, “Hidup indah bila mencari berkah.” menjadi “Hidup indah bila semuanya bisa terkontrol.” Berbagai macam perempuan pun bisa ia beli. Tapi tidak dengan cinta. Seseorang seperti Chuck Bass pun pasti memerlukannya.
Hingga pada akhirnya si Baby Bass mengatakan kepada Blair Waldorf (Leighton Meester) “I haven’t slept, I feel sick, like there is something in my stomach, fluttering.” “Butterflies?” Tanya Blair Waldorf, si Baby Bass terdiam. Dalam bahasa Inggris, ada sebuah frasa untuk menyatakan kegugupan atau kegembiraan. Frasa tersebut adalah “Have butterflies in stomach”. Dilihat dari percakapan Chuck Bass dan Blair Waldorf, frasa itu akhirnya diungkapkan secara tidak langsung. Pada tulisan ini, dialog antar dua tokoh itu diinterpretasikan sebagai pernyataan cinta seorang Chuck Bass. Bukankah ketika seseorang jatuh cinta akan merasa gugup sekaligus gembira ketika bertemu seseorang yang dicintainya?
Di dalam series ini, hal tersebut adalah fenomena unik. Seorang Chuck Bass, yang di mana mempunyai bad character, penggiat skandal, bisa menjadi musuh bersama, akhirnya merasakan sesuatu yang disebut cinta. Hal tersebut sontak membuat Blair Waldorf terkejut. Dia tidak menyangka dirinya dicintai oleh seorang Chuck Bass. Tentu Waldorf tidak langsung menerima cinta itu. Tapi yang pasti, series ini akan membuat kisah dua insan tersebut berlika-liku. Kisah romansa mereka pun akan menjadi sorotan bagi penonton dan juga si blog misterius, Gossip Girl. Alangkah baiknya jika kisah romansa seorang Chuck Bass tidak diceritakan lebih panjang lagi.
Si Baby Bass merupakan salah seorang yang menggunakan jasa Gossip Girl untuk menyebarluaskan sebuah skandal. Hal tersebut tak lain adalah karena dia kesepian: ayahnya seringkali mengacuhkannya; hanya memiliki satu teman, Nate Archibald (Chace Crawford), yang di mana memiliki sifat yang berbeda dengannya. Hingga akhirnya, kisah seorang milioner yang kesepian itu menjadi sebuah inspirasi tulisan bagi si The Lonely Boy.
Pertemuan pertama antar kedua tokoh tersebut terbilang tidak sedap. Seperti apa yang dikatakan pepatah bahwa “Pertemuan pertama adalah kesan yang akan selalu diingat.”, maka jika dilihat dari pertemuan pertama antara si The Lonely Boy dan The Baby Bass, kesan tidak sedap itu yang akan selalu teringat. Chuck Bass adalah seorang tokoh yang sulit untuk didekati oleh Dan Humphrey semenjak dirinya masuk ke dunia masyarakat kelas atas. Rasanya, ketidakakraban mereka seperti nyata adanya. Namun, si The Lonely Boy tetap ingin menulis tentang kehidupan seorang Chuck Bass. Berbagai cara dia lakukan untuk mendekatinya. Untuk sementara dia berhasil. Namun, sepertinya dua tokoh tersebut memang sulit untuk disatukan. Tapi justru itulah yang membuat series ini menarik. Walau mereka adalah tokoh yang sangat bertolak belakang karakternya, mereka memiliki satu kesamaan masalah yang pasti: kesendirian.
The End
Series Gossip Girl ini kini di-re-make produksinya, dengan aktor-aktor yang berbeda. Series ini pun banyak diadopsi oleh beberapa negara, termasuk Indonesia. Tapi tetap saja, versi pertama (yang dibahas pada tulisan ini) yang akan menjadi yang terbaik. Hak anda untuk tidak setuju. Karena menonton series Gossip Girl yang pertama itulah, tulisan ini hadir. Berbagai tokoh hadir dengan karakter-karakternya yang unik. Seperti Dan Humphrey dan Chuck Bass.
Dan Humphrey, Si The Lonely Boy, datang dari masyarakat kelas bawah menuju dunia masyarakat kelas atas. Sedangkan Chuck Bass, si The Baby Bass, dari lahir sudah berada di dunia masyarakat kelas atas. Dua tokoh tersebut akan berkembang pengkarakterannya (bukan karakter yang statis). Hal tersebut karena berbagai macam masalah akan menimpa kehidupan mereka, yang membuat pengkarakteran mereka tidak statis. Kesendirian yang mereka alami akan menjadi sebuah pelajaran bagi kehidupan mereka, dengan media yang berbeda. Dengan melihat kedua tokoh tersebut, dapat dipetik sebuah hikmah bahwa masyarakat kelas atas tetap manusia dan masyarakat kelas bawah pun tetap manusia, yang di mana penghuni di masing-masing kelas tersebut memerlukan cinta.
Di penghujung tulisan, ijinkan penulis mengutip sebuah slogan yang ada di dalam series ini:
“You know you love me. X.O,X.O, Gossip Girl”
Purwakarta




Post a Comment