Written by Len
Written by Len

Vladimir Putin

"Negara Barat ingin kiamat? Itu urusan saya!" Pernyataan itu bertebaran di dunia maya. Hingga hadirlah Putin untuk "ngopi" bersama kami.

vladimir putin - mlendrijulian - comedy

"Negara Barat ingin kiamat? Itu urusan saya!" Pernyataan itu bertebaran di dunia maya. Jika saja pernyataan itu dilontarkan oleh Komeng, tentu penonton akan tertawa. Tapi sayangnya, pernyataan itu dilontarkan oleh salah seorang penguasa negara besar, yang saat ini dikenal dengan Rusia. Dengan menyatakan dua buah kalimat itu, tentu beliau menjadi bahan ghibah khalayak ramai, termasuk oleh saya dan teman-teman. Siapa lagi kalau bukan Putin?

Kala itu sore hari. Kami sengaja menikmati waktu senja, dan seperti anak senja (saya tidak tahu kenapa sebutan itu muncul, mungkin nanti akan ada waktu untuk membahasnya), kami mengadakan seremonial yang harus dilaksanakan dalam kehidupan seseorang: "ngopi". Entah kenapa, hinggaplah Putin dan kata-katanya yang menggemparkan itu. 

"Menurutku, 'ad-dukhon (asap yang akan menyelimuti bumi ketika hari kiamat tiba)' yang dimaksud adalah ad-dukhon yang berasal dari nuklir!" Jujurly, kami tidak ada niat membahas masalah-masalah seperti itu. Tapi, begitulah ucap seorang teman tiba-tiba. Setelah dipikir-pikir lagi, ternyata asik juga untuk membahasnya. Hingga hadirlah Putin untuk "ngopi" bersama kami.

"Masalahnya, gini, loh. Nagasaki dan Hiroshima saja bisa habis oleh bom yang kecil, dan radiasinya melahap mereka. Sedangkan Putin, punya bom nuklir yang super besar! Negara mana yang bakal kuat menahan radiasinya?" Tambah teman saya itu.

Saya tidak tahu apakah pernyataan teman saya itu benar atau tidak. Tapi, dengan menyatakan dua buah kalimat pada awal tulisan ini, saya menduga bahwa Putin memang punya kuasa untuk menciptakan hal seperti "kiamat". Putin memiliki nuklir, bisa menjadi sebuah kenyataan yang harus diterima. Jika seperti itu, saya hanya berharap Putin adalah seorang yang humoris.

Saya ingin membayangkan bagaimana jika Putin bukan seorang yang humoris. Katakanlah Pak Jokowi mengundang Putin ke istana negara, untuk membahas suatu agenda. Putin pun menerima undangan itu dan berkunjung ke istana negara. Tapi, setelah sampai, Pak Jokowi dan para menterinya menyambutnya dengan mengatakan, "Selamat datang, Anda masuk dalam frank kami!" Walhasil, Putin kesal, beliau pun kembali ke negaranya, esoknya ad-dukhon menyelimuti Indonesia.

Di dalam film-film, saya selalu mendapati bahwa nuklir bisa diatur oleh sebuah tombol, biasanya tombolnya berwarna merah. Sekali tombol itu ditekan, sebuah negara bisa bernasib sama dengan Nagasaki atau Hiroshima. Saya tidak tahu apakah Putin juga terinspirasi untuk membuat tombol pemusnah seperti pada film-film itu, atau bisa jadi film-film itu yang terinspirasi dari Putin. 

***

Kira-kira seperti itulah obrolan kami di kala sore itu. Anehnya, kami tertawa-tawa meng-ghibahi Putin. Kami tidak perlu Komeng untuk mengatakan "Negara Barat ingin kiamat? Itu urusan saya!" untuk menciptakan tawa. Mungkin, pada waktu itu, atau mungkin juga ketika tulisan ini dibuat, telinga Putin sedang berdengung (ada beberapa masyarakat yang percaya bahwa ketika telinga seseorang berdengung, itu pertanda bahwa orang tersebut sedang menjadi buah bibir). Jika Putin juga mempercayai hal tersebut, dan mendapati telinganya berdengung, mungkin kami akan menjadi santapan bagi ad-dukhon dari nuklirnya.

Tapi, terlepas dari itu, tulisan ini bersifat komedi yang bertujuan untuk hiburan semata. Siapa tahu, Putin memiliki hati yang tulus. Kalaupun memang beliau memiliki bom nuklir, siapa tahu tujuannya untuk menciptakan perdamaian, bukan sekadar balas dendam karena telah di-frank.

Walaupun demikian, jika Putin diketahui memiliki nuklir, saya takut negara-negara besar lainnya ikut-ikutan menciptakan nuklir. Maka benarlah bahwa Putin benar-benar bisa menciptakan "kiamat". Ketika datang konflik, tidak ada lagi trending topic di Twitter, karena bumi telah habis dilahap ad-dukhon. Setelah itu, alien akan menjadi penghuni bumi, menciptakan nuklir, alien satu menge-frank alien lainnya, alien lainnya kesal, menekan tombol merah pemusnah, dan bumi lagi-lagi menjadi santapan ad-dukhon. Begitu seterusnya.

Dan jangan paksa saya untuk membahas Kim Jong-un.


*

Purwakarta


Post a Comment