Saatnya usai bagi hujan mengguyur bumi.
Kembali malam memberi hening.
Kembali malam memberi hening.
Namun tiada hampa yang tertinggal.
Sebab terisi oleh kesucian bulan.
Layaknya para malaikat yang mengisi.
Tak terlihat namun menyahut, memanggil, mengepak pundak.
Membangunkan kesah yang hampir terbawa menuju mimpi.
Memadamkam api yang hampir menjalar menghanguskan kasih.
Lupa memiliki ruang untuk terpuji.
Namun terkadang membujuk ingkar.
Ia hadir mengasingkan diri.
Mengenyahkan nikmat yang tersaji terang di selasar.
Tak lama akan menuju akhir.
Malam yang penuh kasih.
Yang telah menahan lelap.
Bersama nada-nada yang mengingatkan.
Mari bertemu kembali.
*
Purwakarta




Post a Comment